Wednesday, 16 December 2015

water color  (My Neighbor Totoro)
 
Setiap film animasi 2D buatan Ghibli tidak pernah lepas dengan yang namanya fantasi, imajinasi, dunia anak-anak, dan apapun Anda menyebutnya. Semua dibuat dengan indahnya di setiap goresan warna yang membentuk karakter-karakter lucu hingga sebuah negeri antah berantah. My Neighbor Totoro mengajak kita semua untuk kembali menyelami dunia fantasi dan indahnya masa kanak-kanak.  

Keluarga Kusakabe yang terdiri dari ayah/Tatsuo (suara : Itoi Shigesato), Satsuki (suara : Hidaka Noriko), dan Mei (suara : Sakamoto Chika) pagi itu membawa semua barang untuk pindah ke sebuah rumah ‘baru’ di desa. Rumah ‘baru’ mereka tersebut adalah rumah lama yang sudah tidak dihuni lagi. Satsuki dan Mei yang masih anak-anak benar-benar menikmati sekali suasana desa yang tenang, damai, dan sejuk itu. Sawah, sungai, hingga hutan banyak sekali ditemukan di desa. Sebelum mereka akan huni, rumah tersebut sering dijaga oleh nenek (suara : Kitabayashi Tanie) yang memiliki cucu seumuran dengan Satsuki, Kanta (suara : Amagasa Toshiyuki). Selepas mereka menurunkan barang-barang, Satsuki dan Mei bermain mengelilingi setiap sudut rumah. Mereka sering menemukan biji pohon ek, terjatuh dari atas tanpa tahu siapa yang menjatuhkannya.

Setelah itu, Satsuki dan Mei bermain ke belakang rumah untuk membuka salah satu ruangan di sana, terkejutnya mereka mendapati bola-bola hitam kecil yang tiba-tiba berlarian kesana kemari, seolah-olah takut dengan keberadaan mereka berdua. Sang ayah memberitahu bahwa benda-benda hitam tadi adalah makkuro kurosuke. Bahkan, Mei berhasil menangkap satu, tapi kemudian menghilang dan menyisakan bekas hitam di tangannya. Begitu sang nenek penjaga datang, ia menceritakan bahwa itu adalah susuwatari atau peri jelaga. Waktu kecilpun, sang nenek juga sering melihatnya. Satsuki dan Mei pun tidak perlu takut karena makhluk tersebut tidak mengganggu. Apalagi jika mereka sering tertawa dan membuat suasana rumah menjadi ramai, maka makhluk hitam kecil berbulu tadi pun akan pergi dari rumah.
Esok harinya, ayah serta Satsuki dan Mei menjenguk ibunya, Yasuko (Shimamoto Sumi), yang sedang dirawat di rumah sakit. Mereka berangkat menggunakan sepeda kumbang. Di hari berikutnya, ketika Satsuki sedang ada di sekolah, Mei bermain sendiri, sedangkan ayahnya sibuk dengan pekerjaannya di rumah. Mei yang begitu banyak menemukan biji pohon ek, tiba-tiba menemukan 2 makhluk kecil berwarna putih, dan satunya berwarna biru. Mei kemudian mengikutinya sampai di pohon kusunoki / pohon kapur barus di samping kuil. Di bawah pohon besar itu, Mei lalu masuk lorong di antara akarnya, dan sampailah dia di tempat yang antah berantah. Di situlah perkenalan pertamanya dengan Totoro, makhluk besar berbulu dan berwarna abu-abu.

Esoknya, ketika sedang hujan deras, Satsuki dan Mei diminta sang ayah untuk menjemputnya di halte bus. Hingga petang tiba dan hujan masih turun rintik-rintik, bus yang membawa ayahnya belum nampak juga. Siapa yang menyangka, Totoro yang besar itu kemudian berdiri dengan santainya di samping Satsuki. Suaranya yang meraung, berhasil membangunkan Mei yang tadi tidur di punggung Satsuki. Dari kejauhan nampak cahaya lampu dari bus yang dikira Satsuki membawa ayahnya. Begitu mendekat, ternyata yang dikira awalnya bus biasa tadi adalah kucing raksasa dengan tubuh setengah bus dan matanya menyala. Sebelum pergi, Totoro sempat memberikan hadiah yang dibungkus daun kepada Satsuki dan Mei. Bungkusan tadi berisikan biji ek, dengan harapan Satsuki dan Mei mau menanamnya. Lalu, Totoro masuk ke dalam kucing setengah bus tadi dan melesat jauh. Tidak berapa lama, ayah pun datang. Bagaimanakah kelanjutan petualangan menarik Satsuki dan Mei dengan Totoro ?   

Apa yang saya sukai dari karya Miyazaki Hayao yang satu ini adalah dia tidak serta merta melupakan unsur-unsur tradisional di Jepang, seperti kepercayaan terhadap bangsa lelembut, youkai. Baik itu Susuwatari atau Totoro, bisa jadi 2 makhluk tersebut adalah sejenis Youkai. Saya sendiri pernah berdebat dengan teman saya, khususnya untuk Totoro, benarkah dia sejenis Youkai atau bukan. Teman saya yang biasanya tahu banyak dengan jenis-jenis Youkai, tidak bisa menjawab hal tersebut. Yang saya percayai adalah, Totoro bisa saja memang sejenis Youkai atau hanya tercipta dari imajinasi seorang Satsuki dan Mei. Ada bagian di mana Satsuki dan Mei berkata bahwa penampakan Totoro sendiri mereka temukan dari dalam buku. Jika melihat film-film lain yang dibuat Miyazaki selalu mengangkat indahnya dunia anak-anak, wajar saja bila hal tersebut terjadi. Satsuki dan Mei adalah 2 orang anak yang tengah menikmati asyiknya masa kecil. Segala imajinasi yang mereka miliki dan yang bersumber dari buku, turut serta menciptakan makhluk fantasi menurut pemikiran mereka sendiri.

Sebenarnya, di sini Miyazaki membebaskan penonton untuk bisa memiliki interpretasi sendiri mengenai Totoro, dia adalah makhluk halus sejenis Youkai atau memang berasal dari khayalan Satsuki dan Mei. Sungguh begitu indahnya dunia anak-anak yang menjadikan inspirasi bagi Miyazaki. Segala tingkah polah yang menggemaskan dari anak-anak tidak luput dari goresan tangannya yang ia tuangkan dalam My Neighbor Totoro. Lihat saja bagaimana Mei yang ngotot mempercayai bertemu dengan Totoro, meski awalnya Satsuki sempat menyangsikannya. Serta kelucuan Kanta yang malu-malu pada Satsuki, khas anak laki-laki pada perempuan. Melihat tingkah Kanta itu sendiri, saya jadi ingat sekali bahwa saya dahulu juga pernah seperti itu. Jika saya bisa mengingat masa kecil yang indah itu melalui My Neighbor Totoro, maka Miyazaki sukses menjangkau memori saya yang paling dalam. 
Goresan-goresan indah hamparan sawah dan bunyi gemericik sungai, menambah tenang dan damainya suasana di desa. Keputusan Miyazaki yang memilih setting desa memang tepat. Dengan setting pedesaan yang masih tradisional tadi, berarti ada banyak hal yang bisa digali lebih dalam lagi, seperti unsur kepercayaan yang dimiliki oleh orang-orang desa. Untuk best scene sendiri, jelas pilihan utama dan memorable adalah dimana Satsuki dan Mei sedang menunggu ayahnya dan di sampingnya berdirilah Totoro. Dengan mengambil suasana petang hari dan gemericik hujan, memang menambah perasaan ‘mencekam’. Tapi, kemudian sirna dengan datangnya si makhluk lucu nan menggemaskan. Jika saya jadi Satsuki dan Mei, kemudian melihat ada Totoro di samping, maka apa yang akan terjadi ? Saya pasti pingsan, atau lari dan kemudian berteriak sekencang-kencangnya. Ya, karena saya sudah dewasa secara usia, dan melihat ‘keganjilan’ seperti itu tentu merupakan hal yang menakutkan. Tapi, akan berbeda jika saya masih kecil. Mungkin saya akan senang sekali dan tiba-tiba memeluk hangat tubuh Totoro. Nah, itulah indahnya dunia anak. Dunia penuh imajinasi dan masih ‘suci’ dari segala ‘polusi’.

Karakter ayah dan ibu dari Satsuki dan Mei ini juga tidak luput dari sorotan. Saya sangat menyukai mereka. Saya sangat mengapresiasi pendapat mereka yang mengamini setiap perkataan yang diucapkan Satsuki dan Mei terkait dengan keberadaan Totoro. Memang seperti itulah seharusnya peran kedua orang tua kepada anaknya, terutama yang masih indah-indahnya di masa kecil. Tidak seharusnya orang tua menyangkal setiap perkataan anaknya yang berbau imajinasi, toh hal tersebut dapat merusak segala keindahan di masa kecil mereka. Sudah seharusnya orang tua mengarahkannya dengan baik dan selalu berpandangan positif. Saking terkenalnya sosok Totoro ini, jika Anda jeli, Anda akan menemukannya di salah satu seri Toy Story. Lagu ending My Neighbor Totoro pun juga pernah menjadi jingle makanan ringan yang pernah beredar di Indonesia, dan seingat itu saya masih SD.
PORTRAIT DRAWINGS
Drawing a portrait of yourself, or of someone you know, is the most difficult of all subjects to draw in my experience as an Artist and an Art Teacher.
To help you learn to draw a portrait I developed these mix and match sheets to make the process more interesting.
I do not see these mix and match portrait sheets as an end in themselves but rather a more painless step in learning to draw portraits from life.
I suggest that you follow the steps from this first page to get the right proportions. I always tell my students to draw a very light line for where the eyes, nose, and mouth will be and then draw the features over these guide lines.













http://everyonecandraw.net/Cartoon%20Steps%20JEPG/Portraits/Portraits%20first%20steps%20page%201.jpg






portraits first steps

Tuesday, 15 December 2015

 How to shading ?

STEP 1.

Draw the outline of the face, neck, ears, earrings and hair with a HB or a No.2 pencil, because you don't want those lines to be visible on her face after you finish the drawing.
 
how to draw cara delevingne step 2

STEP 2.

Now draw the guidelines for the eyes, eyebrows, lips and nose.
 
how to draw cara delevingne step 3

STEP 3.

Add some details to her eyebrows, eyes, lips and nose as I did. This will help as you shade it in.
 
how to draw cara delevingne step 4

STEP 4.

We are going to star with the eyes. You'll begin to shape and shade them. So fill in the pupils, leaving some catchlights.
 
how to draw cara delevingne step 5

STEP 5.

Next step: darkening the eyes and adding more shadow. Also, draw the eyelashes from the root(eyelid), as you can see, they're really big, so you have to be carefull 'cause you don't have to exaggerate.The lower lashes should be thinner and shorter than the upper eyelash. Don't forget to shade in the upper lid and the eye angle. Draw the lines around the iris, these lines should should look like rays radiating out of the pupils. Darken the upper portion of the iris of both eyes.
 
how to draw cara delevingne step 6

STEP 6.

Start shading with a No.2 pencil diagonally around the eyes. Darken the lashlines, upper lid fold, the pupils and the upper portion of the iris of both eyes. The eyeballs should be shaded very lightly. You also have to create shadows underneath the upper eyelash and don't forget to draw the bags underneath her eyes.
 
how to draw cara delevingne step 7

STEP 7.

Shade in her eyebrows, giving them a hairy appearence. They angle up and slightly toward the outer edge of your eye. As the eye angle changes, the hairs angle further and further out toward the corner of her eye.It's time to fill them in. Working just above the bottom hairs, add more that angle up and out, but watch out for making strokes that are darker than the others.
 
how to draw cara delevingne step 8

STEP 8.

Add some more darkness to her eyebrows and shade around her temple.To make parts darker, do it by drawing another layer on top of the previous one, rather than trying to push harder.
 
how to draw cara delevingne step 9

STEP 9.

Now add some shading details to her nose. Use a darker pencil (even a 4B is good) along the nostrils.
 
how to draw cara delevingne step 10

STEP 10.

Continue with adding shades to the nose to create the illusion of a light source. Be careful not to add more lines. The more value that you add, the more your nose will look realistic.
 
how to draw cara delevingne step 11

STEP 11.

Now, smudge the shadows on her nose and for highlights you can use a kneaded eraser (if you're are not satisfied and you want better results you can use white acrylics). You'll also have to shade the hair, it should be easy as far as her hair is pulled back.
 
how to draw cara delevingne step 12

STEP 12.

You don't have to draw too many details because even in the reference picture you can't see her ears clearly. Apply some dark accents and highlights using a kneaded eraser. Then smudge.
 
how to draw cara delevingne step 13

STEP 13.

Start darkening her earrings (use a 10B pencil). Don't forget to draw the small white details on them. Make a few shadows on her upper lip and then use a 8B pencil to add darkness to where the lips meet.
 
how to draw cara delevingne step 14

STEP 14.

Do the same thing for the lower lip, smudge and add some highlights and a dark shadow under her lower lip.
 
how to draw cara delevingne step 15

STEP 15.

Shade with a light pencil her cheek lines and her chin. And add more shadow on her lips.
 
how to draw cara delevingne step 16

STEP 16.

Draw some light shadows under her chin and on her neck. Use a tissue to smudge. Then, I added the background. You can use a 10B pencil or charcoal. I hope you've enjoyed this tutorial.
 

Monday, 14 December 2015

 antara story yg paling menarik, firts time tengok agak membosankan tapi bila tengok 2,3 kali agak menarik jugak  cerita die..


Acclaimed anime master Hayao Miyazaki returns for his ninth animated feature with Ponyo, which deals with a friendship between a five-year-old boy and a goldfish princess who yearns to be human. The daughter of the king of the ocean, Ponyo is no ordinary goldfish -- she has all the magic of the sea at her disposal. But when five-year-old Sosuke befriends the spunky little fish near the seaside home he shares with his mother and father, a special connection sparks between the two children, and Ponyo becomes determined to become human. Transforming into a little girl, Ponyo shows up at Sosuke's doorstep, delighted to make herself at home with her new land-dwelling family. But having a magical fish princess walking around on dry land begins setting the mystical balance of the world off kilter, and even though the innocent love Ponyo feels for her dear friend is strong, it will take some help from the greatest powers in the ocean to make things right again. ~ Jeremy Wheeler, Rovi



 TUTORIAL_CM11_  (0)

1. Kondisi kuas & kertas
Kuas kering: kondisi kuas saat ia dicelupkan ke dalam air bersih, lalu kelembabannya diserap hampir seluruhnya dengan tisu atau lap sebelum digunakan.
Kuas basah: kuas yang dicelupkan ke air dan langsung digunakan.
Kertas kering: adalah kondisi kertas apa adanya.
Kertas basah: kondisi di mana ia direndam atau dioleskan sebagian/seluruh permukaannya dengan air menggunakan kuas, sponge, semprotan, dsb.
2. Empat Teknik Pengaplikasian Cat Air
A. Dry on dry: Menggunakan teknik dry brush di kertas kering.
B. Dry on wet: Menggunakan teknik dry brush di bagian kertas yang basah/lembab.
C. Wet on dry: Menggunakan teknik wet brush di bagian kertas yang kering.
D. Wet on wet: Menggunakan teknik wet brush di bagian kertas yang basah.
E. Color lifting: atau mengangkat warna, dilakukan dengan menyapukan kuas basah ke warna yang sudah kering sampai warna tersebut terangkat. Kamu juga bisa mengangkat warna yang masih basah dengan menyerapnya menggunakan Tisu, cotton bud, sponge, dsb.
3. Teknik Dasar Pengaplikasian Cat Air
Yang perlu dilakukan sebelum mencoba setiap teknik di bawah adalah terlebih dahulu membasahi/melembabkan bidang kertas yang ingin diwarnai dengan air; letakkan kertas dalam posisi miring apabila tidak ingin ia menggenang. Coba juga bereksperimen dengan mengaplikasikan teknik-teknik berikut di bidang kertas yang kering:
A. Flat Wash:
TUTORIAL_CM11_  (1)

Di palet, campurkan warna dengan air dalam jumlah banyak. Isi kuas dengan warna, dan sapukan horizontal di kertas; mulai dari atas. Isi kuas lagi dan sapukan kembali di bawah sapuan pertama. Lanjutkan sampai seluruh bidang yang diinginkan terisi.


B. Graded Wash:
TUTORIAL_CM11_  (2)
Isi kuas yang lembab dengan warna berkadar banyak, dan sapukan seperti cara sebelumnya. Di sapuan berikutnya, tambahkan air ke kuas terlebih dahulu. Semakin lama, kadar warna di kuas akan digantikan kadar air, yang menyebabkan warna di kertas semakin pudar.


C. Variegated Wash:
TUTORIAL_CM11_  (5)
Isi kuas dengan warna, dan sapukan di kertas yang basah/lembab. Selama kertas masih basah, sapukan warna-warna lain, berdekatan satu sama lain, dan saksikan warna-warna yang berbeda tersebut bergabung dengan kerennya :-)


4. Trik-trik Asik & Gampang
A. Teknik umum menggunakan cat air adalah dengan bekerja light to dark: isi bidang-bidang yang butuh warna terang terlebih dahulu, sebelum mengerjakan ke yang lebih gelap. Juga, kerjakan bagian-bagian luas sebelum bergerak ke detail.
TUTORIAL_CM11_  (8)
B. Kamu bisa mencampur warna di palet, tapi kamu juga bisa ‘membawa’ dua atau tiga warna sekaligus langsung di kuas dan menyapukannya di kertas. Teknik ini membuat campuran warna yang dihasilkan di kertas tampak lebih segar dan hidup.
TUTORIAL_CM11_  (3) TUTORIAL_CM11_  (4)
TUTORIAL_CM11_  (6)C. Gunakan satu sisi kuas flat brush untuk menyerap air, dan sisi lainnya untuk mengambil warna, dan lihat hasil yang bisa kamu dapatkan dengan mengaplikasikannya di kertas.
D. Sapukan warna de ngan teknik wet on wet maupun dry on wet, lalu sebelum kering, angkat warna tersebut dari kertas dengan torehan pisau palet (“scratching”) atau dengan kuas yang hampir kering.
TUTORIAL_CM11_  (9)
E. Isi sebuah bidang dengan teknik dan warna apapun yang kamu mau. Lalu, sebelum atau sesudah ia mengering, coba semprotkan air (atau warna lain lagi) ke bidang tersebut dengan menggunakan sprayer.
TUTORIAL_CM11_  (12)
F. Dapatkan efek cipratan dengan menghentakkan kuas yang membawa warna di atas kertas; hentakkan kuas itu ke jari atau gagang kuas lain.TUTORIAL_CM11_  (11)
G. Water drop atau color drop: Ketika cat di kertas masih basah, isi kuas dengan banyak air atau warna lain, lalu sentuhkan ujung kuas tersebut ke cat basah tadi untuk menciptakan ‘genangan’ yang unik ketika mengering.
TUTORIAL_CM11_  (10)

TUTORIAL_CM11_  (7)PRACTICE YOUR PERSONAL TOUCH
Ketika melukis, setiap benda diciptakan dengan “membentuk” benda tersebut dengan satu atau lebih campuran warna dalam berbagai tingkat kepekatan. Pertimbangkan berbagai teknik di atas dan asah kemampuanmu! Good luck!
TRIVIA
Sejak abad ke-19, cat air menggunakan gum arabic, gliserin atau madu sebagai zat pengikat pigmennya. Namun awalnya (abad 16 s/d 18), yang digunakan adalah gula dan lem kulit binatang (hide glue).

Sunday, 13 December 2015


 Cara menggunakan cat air, water colour. Sifat cat air harus transparan, beda dengan cat fabric paintingcat minyak dan cat acrylic, dan perlu diperhatikan yaitu pembeda dari cat yang lain seperti, ketika kita membutuhkan putih pada objek, maka putih tersebut menggunakan putih kertas, kecuali kita membutuhkan biru muda, barulah kita mencampur dengan warna putih, tapi tetap transparan. Teknik cat air ada dua cara, yaitu:
ADVERTISEMENT
1. Teknik kering, iaitu media kertas tetap kering. cat diencerkan dengan air, barulah digunakan dengan benar.
2. Teknik basah, yaitu penggunaan media kertas dalam keadaan basah. Kertas dibasahi terlebih dahulu menggunakan kuas yang lebih besar. Teknik ini untuk memudahkan percampuran warna dan menggabungkan antara kedua warna tersebut.
3. Teknik campuran, teknik kering dan teknik basah. Teknik ini lebih memungkinkan untuk berfariasi teknik dan efek yang berbeda pula. Gunakan teknik dan sifat cat air yang benar jika menggunakannya, agar karya anda lebih bijak dalam menentukan sebuah esensial karya secara benar. Selamat mencuba, semoga berhasil.

SKETCH BOOK
 cuba lukis muka orang, tapi sayangnye tak ade mata, hidung, mulut.. sebab dah banyak kali lukis tapi tak jadi, kalu dapat lukis pon macam pelik jer nampak :D